Latest News
Keamanan Jaringan Nirkabel
oleh :Cs Semarang pada :07.10.2009, Kategori : Tips & Trick, View : 533 kali
Dahulu komputer lebih dianggap sebagai sebuah kemewahan daripada sebuah kebutuhan. Hanya orang-orang kaya dan beruntung saja yang dapat mempunyai sebuah komputer, sedangkan jaringan merupakan hal yang hanya dapat disediakan untuk perusahaan besar.
Namun sejalan dengan kemajuan yang pesat pada dekade ini, maka sekarang setiap orang masing-masing dapat mempunyai komputernya sendiri. Seperti yang banyak kita temui, biasa nya setiap orang tua mempunyai komputernya sendiri, begitu pula dengan si anak dapat mempunyai komputernya sendiri walaupun mungkin hanya digunakan untuk bermain dan mengerjakan tugas-tugas sekolah. Para pengguna rumahan juga telah berkembang dari yang semula tidak mempunyai akses Internet, kemudian mulai memakai koneksi dial-up Internet dengan kecepatan 9600 kbps melebihi 56 kbps dial up akses, dan kini berkembang menjadi koneksi broadband menyaingi koneksi T1 yang sering dinikmati orang saat bekerja.
Sebagaimana Internet dan World Wide Web telah menjadi trend dalam kebudayaan kita dan menggantikan format media massa lainnya dalam menyampaikan informasi yang dicari, mulai dari informasi pemberitaan, olahraga, cuaca, resep, yellow pages (buku telepon), dan masih banyak hal lainnya yang kesemuanya itu merupakan sebuah cara baru, bukan hanya dalam pemakaian komputer di dalam rumah, tapi juga dalam hal pemakaian koneksi Internet.
Sementara itu perusahaan perangkat keras maupun perangkat lunak kini telah menawarkan berbagai solusi yang memungkinkan para pemakai Internet di rumah saling berbagi koneksi antara lebih dari dua komputer. Meskipun semua komputer tersebut harus terhubung jaringan.
Untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lainnya biasanya membutuhkan berbagai macam media fisik, seperti kabel telepon, kabel coaxial, ataupun kabel CAT5 kabel telegram yang ada di mana-mana. Namun baru-baru ini telah ditemukan cara baru pemakaian Internet tanpa menggunakan berbagai macam media penghubung terseut, teknologi ini kini lazim disebut koneksi jaringan Nirkabel (tanpa kabel). Pemakaian Internet dengan menggunakan koneksi jaringan nirkabel ini tentu saja sangat memudahkan pemakainya dalam mengakses Internet, tanpa melalui proses installasi dan pemasangan kabel yang memusingkan.
Adapun susunan koneksi jaringan nirkabel ini sangat sederhana. Koneksi Internet masuk dari Internet Provider kemudian dihubungkan dengan suatu titik penerus akses nirkabel atau router yang memancarkan sinyal. Ketika Anda terhubung dengan memakai kartu atau antena jaringan nirkabel untuk menerima sinyal, begitu pula sebaliknya, maka koneksi Anda telah berhasil.
Masalah yang sering timbul pada saat menikmati koneksi sinyal nirkabel ini adalah sulitnya mengetahui sampai sejauh mana sinyal ini dapat diterima. Jika sinyal tersebut dapat ditangkap dari lantai atas sebuah kantor, maka seharusnya juga dapat ditangkap dari basement yang berada 100 kaki di bawah tanah. Ini dapat saja membuat seorang hacker mencari celah dari koneksi nirkabel tersebut untuk mendapatkan berbagai informasi penting mengenai Anda.
Namun itu bukan berarti tidak menyarankan penggunaan jaringan nirkabel. Hanya saja Anda harus cermat dalam menggunakan jaringan nirkabel ini, serta mengambil beberapa pencegahan dasar agar pemakaian teknologi ini dapat benar-benar aman. Berikut ini merupakan beberapa langkah sederhana yang dapat dijalankan untuk mengamankan jaringan nirkabel yang Anda pakai.
6 Langkah Pengamanan Dasar Jaringan :
1. Ubahlah Sistem ID (Identitas)
Biasanya suatu layanan nirkabel dilengkapi dengan suatu standart pengamanan identitas atau yang sering disebut SSID (Service Set Identifier) or ESSID (Extended Service Set Identifier). Sangat mudah bagi seorang hacker untuk mencari tahu identitas default dari suatu layanan atau jaringan, jadi sebaiknya Anda segera mengubahnya menjadi suatu identitas yang unik, yang tidak mudah ditebak orang lain.
2. Mematikan
identitas pemancar
Dengan mengumumkan
kepada umum bahwa Anda memiliki suatu jaringan nirkabel
akan membuat para hacker penasaran untuk membobol
jaringan nirkabel Anda. Mempunyai suatu jaringan
nirkabel bukan berarti harus memberitahukannya kepada
semua orang. Periksalah secara manual perangkat keras
yang Anda pakai untuk jaringan nirkabel tersebut, dan
pelajarilah bagaimana cara
mematikannya.
3. Sediakanlah
enkripsi
WEP (Wired Equivalent
Privacy) and WPA (Wi-Fi Protected Access)
dapat meng-enkripsi data Anda sehingga hanya penerima
saja yang diharapkan dapat membaca data tersebut. WEP
(Wired Equivalent Privacy) mempunyai banyak kelemahan
yang membuatnya mudah disusupi. Kunci 128-bit hanya
mempunyai tingkat pencapaian yang relatif rendah tanpa
peningkatan keamanan yang signifikan, sedangkan untuk
40-bit atau 64-bit pada beberapa perlengkapan lainnya,
mempunyai enkripsi yang sama baiknya. Dengan cara
pengamanan yang standart saja pastilah tetap akan mudah
bagi hacker untuk menyusup, namun dengan cara enkripsi
ini pastilah akan membuat jaringan Anda lebih aman dari
hacker. Jika memungkinkan, ada baiknya untuk
menggunakan enkripsi WPA (peralatan yang lebih tua
dapat diupgrade terlebih dahulu agar compatible dengan
WPA). WPA dapat sangat menjanjikan dalam menjamin
keamanan jaringan nirkabel Anda, namun masih tetap
dapat dikalahkan oleh serangan DOS (denial of
services).
4. Membatasi dari
penggunaan traffic yang tidak perlu
Banyak router jaringan kabel maupun nirkabel yang
dilengkapi firewalls. Bukan bermaksud mengedepankan
firewalls, namun firewalls telah membantu dalam
pertahanan keamanan jaringan. Bacalah petunjuk manual
dari perangkat keras Anda dan pelajarilah cara
pengaturan konfigurasi router Anda, sehingga hanya
traffic yang sudah seijin Anda saja yang dapat
dijalankan.
5. Ubahlah 'kata
sandi' default Administrator milik Anda
Hal ini baik untuk semua penggunaan perangkat keras
maupun perangkat lunak. Kata sandi default sangat mudah
disalahgunakan, terutama oleh para hacker. Oleh karena
itu sebaiknya ubahlah kata sandi Anda, hindari
penggunaan kata dari hal-hal pribadi Anda yang mudah
diketahui orang, seperti nama belakang, tanggal lahir,
dan sebagainya.
6. Kunci dan lindungilah
komputer
Anda
Hal ini merupakan cara pengamanan
terakhir untuk komputer Anda.
Gunakanlah firewall, perangkat lunak Anti Virus, Zone
Alarm, dan lain sebagainya. Setidaknya setiap satu
minggu perbaharuilah Anti Virus yang Anda pakai.



